JOURNAL: Jim Geovedi

a not-so-daily record of news and events of a personal nature; a diary with noises up to 68%.

02 May, 2008

Mau hemat, nih yee!

Hari ini, saya mendapatkan kabar bahwa pemerintah berencana akan memaksa kantor pemerintah dan swasta, juga mal untuk mengurangi jam operasionalnya, dengan harapan dapat menghemat penggunaan BBM seiring dengan pembengkakan subsidi pemerintah akibat lonjakan harga minyak mentah dunia.

Beberapa tahun yang lalu, pemerintah memaksa status televisi untuk mengurangi waktu siaran juga dengan alasan yang kurang lebih sama sampai akhirnya mendapatkan revisi. Dapat dikatakan bahwa saya tidak mempersoalkan tentang niatan melakukan penghematan, malah saya nilai ini adalah inisiatif yang sangat baik. Namun, perlu diingat bahwa setiap tindakan tentu punya dampak.

Masalah yang mungkin muncul jika jam operasional kantor dan mal dikurangi, dan akan diperparah jika waktu siaran televisi juga ikut dikurangi, adalah aktifitas orang-orang, terutama di kota-kota besar, yang sudah terbiasa menjalani kegiatan rutinitas pada malam hari. Mungkin sebagian besar akan merasa senang sehingga dapat berkumpul dengan keluarga dan dapat beristirahat dengan cukup, tentunya bisa saja berdampak pada pembengkakan populasi manusia di kota-kota besar dalam waktu mendatang!

Selain itu, sebagian kecil orang mungkin akan menghabiskan waktu dengan mencari hiburan di waktu malam, dan tentunya ini akan berakhir jika waktu operasional tempat hiburan malam juga ikut dibatasi.

Belum lagi soal kemacetan lalu-lintas. Saat ini kebanyakan pekerja menengah di Jakarta, yang membawa kendaraan sendiri, memilih untuk menunda waktu pulang mereka karena tidak mau ber-macet-ria di jalanan. Mereka banyak yang menghabiskan waktu diseputaran mal, selain untuk berbelanja juga sekalian nongkrong di tempat makan, berkumpul bersama teman-teman, sekedar menunda kepulangan mereka ke rumah. Jadi bisa dibayangkan kalau waktu operasional kantor dan mal dipersingkat, kota-kota besar yang biasanya macet, tentu akan semakin macet lagi!

Duh, ngatur negara ini kok semakin rumit, ya?

22 April, 2008

Finally, another GEOVEDI!

Setelah lebih dari dua-puluh tahun hidup di dunia ini (hampir tigapuluh, sih), saya belum menemukan ada orang lain yang bernama "GEOVEDI" (bukan GIOVEDI, GIOVANI, GEOVERDI, GEOVENDI, atau GEO/GIO... lainnya). Ternyata malam ini, saya menemukan nama "Geovedi Prasetiawan. K", siswa SDK ST. FRANSISKUS XAVERIUS - TARAKAN yang lahir tanggal 25 Februari 1999. Informasi tersebut saya peroleh dari database Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang dikelola oleh Bagian Sistem Informasi Biro Perencanaan dan KLN DEPDIKNAS tahun 2007.

Memang harus saya akui, sejak mengenal Internet diera tahun 90an, saya selalu menyempatkan diri untuk mencari tahu apakah ada orang lain yang bernama "GEOVEDI". Bahkan Names Directory, pun hanya menyantumkan nama "Jim Geovedi" pada daftar orang dengan nama belakang "GEOVEDI". Sehingga saya sempat ragu bahwa ada orang lain yang bernama sama.

Saya sendiri belum pernah ke Tarakan. Dan saya ragu kalau orangtuanya mengenal saya. Anyway, kalau ada yang kebetulan tinggal di Tarakan dan mengenal anak tersebut atau orangtuanya, I'd like to have some words.

BTW, mungkin saya akan menarik kembali komentar saya tentang situs pemerintah yang cuma pajangan. Walaupun situs NISN masih sangat tradisional pengelolaannya, saya merasa bahwa ada banyak situs pemerintah lainnya yang punya potensi sebagai media informasi pemerintah kepada publik.


01 April, 2008

New Manifesto

Look.
The people you are after
are the people you depend on.

We develop your applications. We install your servers.
We connect your computers. We deliver your e-mails.
We guard your network while you sleep

Do not fuck with us.


Sepertinya cocok ditujukan ke pihak-pihak tertentu yang terlihat lupa dengan posisinya. You know who you are!

Blog Archive

Did You Know?

JIM GEOVEDI DOESN'T GIVE A SHIT ABOUT DMCA
You are allowed to steal any contents of this blog with or without notifying the author.